globalonline.id
Malang Raya Sosok Utama

Jadi Tauladan, Mbah Darmo ‘Mundur’ Saat di Puncak

Mbah Darmo menyerahkan kepemimpinan Koordinator Malang Selatan

MALANG (globalonline.id): Kini, dia berada di puncak saat memimpin Koordinator Malang Selatan, tapi dia tidak memikirkan jabatan. Dia hanya memikirkan, bagaimana Ling Tien Kung di daerah itu berjalan dengan baik dan meraih kemajuan demi kesembuhan dan kesehatan anggotanya. “Regenerasi memang diperlukan untuk sebuah kemajuan,” kata Siswosudarmo (87 tahun), suatu ketika.

Ya…Mbah Darmo. Dia menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan Koordinator Malang Selatan kepada teman seperjuangannya, Tukiyo. Tukiyo menerima tongkat estafet sebagai Koordinator Malang Selatan periode 2020-2023, secara resmi diserahterimakan dari Mbah Darmo kepada Tukiyo berlangsung, Minggu (15/3/2020), di Pantai Ngudel, Desa Sindurejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang. Secara umum, pengurus Koordinator Malang Selatan 2020-2023 sbb: Ketua Umum Tukiyo, Ketua I Priyono, Ketua II Paidi, Bendahara Sumiati, Sekretaris I Siswinarti Sri Rahayu, Sekretaris II Sutini dan lainnya. Total jumlah pengurus sebanyak 19 orang. Mbah Darmo sendiri selanjutnya menjabatsebagai  Pembina.

Acara tersebut bersamaan dengan HUT Sasana Malang Selatan Ke-5 yang dihadiri Shane Feldo Fuyi Widjaja (Dewan Pembina MPET2—organisasi yang menaungi Ling Tien Kung), Ketua MPET2 (Brigjen Pol (Pur) Drs. Edy Prawoto, SH, MHum) dan sejumlah senior dari Ole-Ole seperti Pak Eko dan Ibu Eko. Hadir pula sejumlah koordiantor seperti dari Koordinator Lumajang, Batu, Gresik, Banyuwangi 3, Malang Kota, PJB Kepanjen, Trawas serta Pandaan I. Acara ini diikuti sekitar 2.500 anggota Ling Tien Kung.

“Saya pada hari ini menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan Koordinator Malang Selatan dengan harapan Koordinator Malang Selatan lebih maju lagi. Saya minta kepada penerus untuk terus menjaga persatuan Ling Tien Kung. Jangan terpecah-pecah. Saya juga minta kepada seluruh anggota Ling Tien Kung di Malang Selatan untuk loyal kepada Dinasti Awiek Widjaja atau Lao Shi, guru kita semua. Disamping itu, anggota Ling Tien Kung Malang Selatan patuh kepada organisasinya yakni MPET2 yang dipimpin oleh Bapak Edy Prawoto,” kata Mbah Darmo.

Edy Prawoto disaksikan Shane ketika mengambil sumpah pengurus baru Koordinator Malang Selatan

Sementara itu, Edy Prawoto memuji kepemimpinan Mbah Darmo yang tegas dan penuh wibawa. “Mbah Darmo bekerja dengan senyap. Tidak gembar-gembor. Tidak menggebu-gebu, tapi hasil bapak-ibu bisa  lihat sendiri perkembangan Malang Selatan. Saat ini di Koordinator Malang Selatan yang masih berumur sekitar 3 tahun (diresmikan 11 Desember2016), tetapi sudah mempunyai 50 sasana dengan anggota sekitar 3.000 orang,” kata Edy.

Dia mengatakan, Ling Tien Kung tidak harus diproklamasikan dengan menggebu-gebu seperti yang dikerjakan oleh Mbah Darmo. Biarlah tumbuh secara alami. Tumbuh dengan penuh kesadaran, khususnya dari anggotanya. Dengan bukti-bukti nyata dari penerapannya yang dapat membuahkan perkembangan yang berkesinambungan . “Ini sudah dibuktikan oleh Mbah Darmo. Karena itu Ling Tien Kung harus dimulai dari bawah. Ibarat pohon akarnya harus kuat, sehingga batang pun menjadi kuat,” tegasnya.

Ling Tien Kung, kata Edy, mempunyai peran yang tak kecil di tengah-tengah masyarakat. Terutama bila dikaitkan dengan kesehatan masyarakat. Ling Tien Kung telah membantu pemerintah dalam hal kesehatan masyarakat dan penyembuhan penyakit. “Terakhir saya mengucapkan selamat kepada para pengurus baru. Semoga berhasil dalam menjalankan tugasnya,” katanya.

Setidaknya 2.500 anggota Ling Tien Kung melakukan Latihan Bersama pada acara pengukuhan pengurus baru Koordinator Malang Selatan.

Pujian untuk Mbah Darmo juga datang dari Shane Feldo—cucu lelaki pertama mendiang Lao Shi—. “Saya melihat sendiri bagaimana lautan manusia anggota Ling Tien Kung di Malang Selatan. Koordinator Malang Selatan dibawah kepemimpinan Mbah Darmo saya nilai mencapai kemajuan yang luar biasa. Karena itu saya berharap kepada pemegang estafet selanjutnya, setidaknya menyamai Mbah Darmo. Dan itu bisa kita capai bila kita semua bersatu,” katanya.

Mbah Darmo, kata Shane, menjadi tauladan kita semua. Semoga kita, khususnya para instruktur yang ada di Malang Selatan tidak mengendorkan semangat untuk membuka sasana baru. Dia juga berpesan agar para instruktur untuk memegang teguh visi-misi Ling Tiebn Kung, karena hal itu merupakan pijakan kita semua untuk menjalankan roda-roda organisasi.

“Saya mengapresiasi langkah yang diambil Mbah Darmo, yang mana beliau menyerahkan kepemimpinan saat berada di puncak, semata-mata agar Ling Tien Kung di Malang Selatan lebih maju lagi. Inilah contoh dan harus dicontoh bagi kita semua. Terakhir saya mengucapkan selamat kepada pengurus baru. Semoga sukses. Ling Tien Kung….Jaya…,” katanya. [Erfandi Putra]