globalonline.id
Gresik-Sidoarjo Indeks Utama

Plt Bupati Sidoarjo Anggarkan Rp 5 Miliar per Kecamatan

SIDOARJO (global-news.co.id) — Plt Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin diam-diam memberi tambahan anggaran bagi 18 kecamatan di Kabupaten Sidoarjo, rata-rata nilainya Rp 5 miliar. Dana tersebut adalah pagu indikatif wilayah kecamatan yang bersumber dari APBD Sidoarjo, dan mulai dikucurkan pada tahun anggaran 2021 yang akan datang.

 

Plt Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifudin

Kriteria penggunaan dana ini adalah program dari masing-masing desa yang tidak terakomodir dalam musrenbangcam, namun juga melalui perencanaan serta pembangunan dan pelaksanaannya sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Besaran pagu indikatif tiap kecamatan satu dengan yang lain berbeda tergantung jumlah penduduk serta tingkat pembangunannya.

Nur Ahmad Syaifudin mengatakan bahwa dana pagu indikatif ini dapat digunakan pada tahun anggaran 2021 dan peruntukannya terbagi 80% untuk kegiatan fisik dan 20% untuk non fisik.
“Pagu indikatif wilayah kecamatan ini adalah anggaran dari APBD yang dapat digunakan untuk program desa yang tidak terakomodir dalam program musrenbangcam 2021. Saya berharap, masyarakat desa dapat menikmati pembangunan fisik maupun non fisik tanpa harus menunggu musrenbang berikutnya,” kata  Cak Nur, sapaan karib Plt Bupati Sidoarjo, Minggu  (1/3/2020).
Menilik besaran pagu indikatif wilayah kecamatan di Sidoarjo memang beragam. Seperti Kecamatan Porong senilai Rp 4,8 miliar sementara di Kecamatan Jabon PIWK ditetapkan senilai Rp 5,4 miliar. Jika dirata-rata seluruh kecamatan di Kabupaten Sidoarjo menerima Rp 5 miliar maka dukungan APBD bagi PIWK sebesar Rp 90 milyar pada 2021.
Sementara itu, respon positif datang dari Anggota DPRD Sidoarjo  Fraksi Gerindra  Mimik Idayana. Pihaknya menilai, kebijakan Plt Bupati sangat positif mengingat besaran program yang masuk dalam Musrenbangcam tahun 2021 dinilai belum memenuhi semua kebutuhan masyarakat desa.
“Masih banyak program pembangunan di desa yang belum terhandle oleh musrenbangcam. Misalnya kebutuhan tambahan kelas di sekolah dasar negeri di Kecamatan Porong. Sudah diajukan, namun tidak terakomodir padahal ini adalah kebutuhan urgent dunia pendidikan kita, ” demikian ungkap Mimik saat hadir di Musrenbangcam Candi.
Jika PIWK benar-benar dapat direalisasikan, maka tiap kecamatan di SIdoarjo harus benar-benar melakukan verifikasi terkait prasyarat dicairkannya dana tersebut. nim